Jumat, 07 November 2008
Susahnya menemukan kebenaran sejati
Tidak lama lagi atau tepatnya dalam hitungan jam, Amrozi cs akan berhadapan dengan tim eksekusi yang telah ditunjuk untuk menjadi eksekutor mereka. Akibat perbuatan mereka yang mengebom 2 club di Bali dan menewaskan lebih dari 200 orang, mereka di jatuhi hukuman mati. Dalam berbagai statemennya, mereka selalu mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah jihad untuk memerangi kemaksiatan, yang biasanya memang identik dengan night club, pub, ataupun sarana hiburan malam lainnya yang beroperasi dari malam hingga dinihari, justru ketika orang-orang membutuhkan istirahat setelah bekerja seharian. Bukan hal yang aneh ketika dalam banyak tayangan televisi, kita sering melihat pasangan non-muhrrim bermesraan dalam tempat hiburan malam , atau minimal mereka bertingkah layaknya sepasang suami istri yang sah dengan peluk-pelukan tanpa rasa malu sedikitpun, berdansa dengan lawan jenis dll. Lalu, ada juga yang memanfaatkan tempat-tempat itu, sebagai sarana untuk nge-drugs, transaksi barang narkotika, zat aditif, dsb yang sudah identik dengan night club, pub dsb. Lalu, apa reaksi masyarakat? Mungkin, karena sudah terlalu sering dilihat akhirnya hal-hal yang demikian menjadi biasa dalam kehidupan mereka. Prinsipnya, selama apa yang dilakukan tidak menganggu kepentingan pibadi dan orang banyak, mereka tidak ambil pusing. Sehiingga, ketika ada orang yang kemudian ingin memberikan pelajaran seperti Amrozi cs, justru mereka yang dianggap orang yang bersalah. Ditinjau dari sisi apapun, memang tidak selayaknya seorang manusia menghukum manusia lain yang bermaksiat dengan dibom, karena tindakan itu berarti menebar teror, lalu bagaimana dengan kemaksiatan yang sudah merajalela di sekitar kita? Aparat yang seharusnya bertugas untuk itu, justru telah kehilangan kepercayaan dari masyarakat karena dalam banyak kasus terungkap bahwa yang melindungi tempat-tempat itu adalah mereka? Yah, dalam masa sekarang ini memang susah menemukan kebenaran. Tetapi, yakinlah di muka bumi ini masih ada orang-orang di luar sana yang masih konsisten dengan kebenaran itu sendiri. Andakah salah satunya?...............
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar